Akuntansi dan Lingkungannya

Oleh : Semaradana

Akuntansi adalah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi perusahaan. Kegiatan ekonomi meliputi :

  1. Produksi, kegiatan ekonomi untuk menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa untuk dijual kepada konsumen.
  2. Distribusi, kegiatan ekonomi untuk menyalurkan barang-barang atau jasa dari produsen ke konsumen dengan cara dan teknik tertentu.
  3. Konsumsi, kegiatan ekonomi untuk menghabiskan atau memakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh konsumen.

Kondisi perusahaan adalah keadaan suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatannya. Akuntansi dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu definisi dari sudut pemakai dan dari sudut proses kegiatannya.Ditinjau dari sudut pemakai, akuntansi didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efesien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.

Informasi yang dihasilkan akuntansi diperlukan untuk :

  1. Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manajemen, dan
  2. Pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditur, badan pemerintah dan sebagainya.

Ditinjau dari sudut proses kegiatan, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi. Kegiatan akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut berbagai kegiatan. Pada dasarnya akuntansi harus :

  1. Mengidentifikasi data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang diambil.
  2. Memeroses atau menganalisis data yang relevan.
  3. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Di Indonesia istilah akuntansi relative belum lama dikenal, bila dibandingkan dengan istilah tata buku. Istilah tata buku dikenal pada akhir tahun lima puluhan yang merupakan warisan dari belanda. Istilah akuntansi baru mulai dikenal pada awal tahun enampuluhan, yaitu ketika akuntansi yang berasal dari Amerika serikat masuk ke Indonesia. Tata buku  yang telah dikenal sejak zaman Belanda tidak lain adalah bagian dari system akuntansi Belanda. Tata buku  sebenarnya merupakan sebagian proses akuntansi, khususnya yang berkaitan dengan pencatatan. Tata buku adalah elemen procedural dari akuntansi, seperti aritmetika adalah elemen procedural dari matematika.

Akuntansi menghasilkan informasi yang dituangkan dalam bentuk laporan dan biasanya digunakan dalam pengambilan keputusan. Informasi itu sendiri adalah data atau fakta yang diolah dan disajikan dengan cara tertentu sehingga mempunyai makna bagi yang berkepentingan atau bagi yang dituju oleh informasi tersebut. Informasi suatu data harus mempunyai sebagai berikut.

  1. Nilai informasi
  2. Kualitas Informasi

Nilai informasi hanya dapat ditentukan secara relatif dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan tertentu. Suatu informasi akan bernilai manakala informasi tersebut dapat :

  1. Menambah pengetahuan pengambil keputusan (baik keputusan masa sekarang maupun mendatang).
  2. Menambah keyakinan pemakai informasi mengenai probabilitas terealisasinya suatu harapan dalam kondisi ketidakpastian (mengurangi ketidakpastian.
  3. Mengubah keputusan atau menyebabkan perubahan.

Jadi, nilai informasi adalah kemampuan informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keyakinan pemakai dalam mengambil keputusan.

Kualitas Informasi berkaitan dengan intensitas informasi dalam memenuhi nilai informasi. Kualitas yang tinggi akan memberikan kepuasan (utility) yang tinggi pula bagi pemakainya. Dengan kata lain, kualitas informasi bergantung pada kebutuhan pemakai (relevansi) dan proses penyediaan informasi (reliabilitas). Jadi, relevansi dan reliabilitas merupakan unsure utama pembentuk kualitas informasi.

  1. Relevansi (relevance), artinya Informasi mempunyai nilai tinggi kalau informasi tersebut berkaitan dengan dan membuat perbedaan dalam suatu pengambilan keputusan.
  2. Reliabilitas, artinya Informasi akan berkurang nilainya kalau orang yang menggunakan informasi meragukan keterandalan (reliabilitas)   informasi tersebut. Reliabilitas biasanya bersangkutan dengan sumber informasi dan cara pengolahannya.

Relevansi harus memenuhi ketiga syarat yaitu :

  1. Nilai Prediktif menekankan pada kemampuan informasi dalam membantu pemakai memprediksi hasil atau akibat suatu peristiwa masa lalu, sekarang,atau apa yang akan terjadi.
  2. Nilai Balikan terletak pada kemampuan informasi dalam membantu pemakai mengkonfirmasi/meyakinkan bahwa harapan-harapan sebelumnya telah tercapai tau menyimpang dari kenyataan.
  3. Ketepatwaktuan berkaitan berkaitan dengan ketersediaan informasi pada saat dibutuhkan. Informasi yang sebenarnya bernilai prediksi dan balikan tinggi dapat menjadi tidak relevan kalau tidak tersedia pada saat dibutuhkan.

Reabilitas harus memenuhi karakteristik-karakteristik berikut :

  1. Keterujian (verifiability), artinya informasi dapat diandalkan kualitasnya kalau informasi tersebut dapat diuji kebenarannya berdasarkan fakta-fakta yang mendukungnya. Kebenaran informasi berkaitan erat dengan sumber dan pengukuran jumlah rupiah suatu objek transaksi. Oleh karena itu, bukti transaksi merupakan hal yang sangat  penting dalam akuntansi.
  2. Kenetralan (neutrality), artinya informasi dapat diandalkan kualitasnya kalau informasi tersebut bebas baik dari segi pengukuran maupun penyajiannya. Kenetralan memberikan isyarat bahwa informasi tidak disajikan dengan cara tertentu yang mengarahkan pemakai untuk melakukan tindakan tertentu sesuai dengan keinginan penyaji informasi.
  3. Ketepatan Penyimbolan (representational faithfulness) informasi akuntansi sering dinyatakan dalam bentuk symbol-simbol beserta pengukurannya untuk mempresentasikan suatu fenomena atau objek ekonomik tertentu yang kompleks. Elemen laporan keuangan (misalnya aktiva atau asset) merupakan symbol untuk mempresentasikan kondisi perusahaan dari segi keuangan.

Faktor-faktor lain yang dapat menentukan kualitas informasi yaitu :

  1. Ketelitian (accuracy), artinya informasi harus bebas dari kesalahan pengukuran karena kesalahan pengukuran dapat mengurangi nilai informasi. Ketelitian berkaitan dengan tingkat penyimpangan hasil pengukuran dengan ukuran sesungguhnya objek yang diukur. Angka-angka perkiraan (misalnya ramalan penjualan) dikatakan teliti kalau angka ramalan tersebut ternyata sama atau mendekati angka penjualan yang sesungguhnya terjadi.
  2. Bentuk (form), artinya informasi harus disajikan dalam format yang paling sesuai dengan permintaan pemakainya. Informasi dapat disajikan dalam bentuk laporan di atas kertas, disket, tampilan di layar monitor, atau dalam bentuk yang dapat dibaca dengan mudah oleh pemakainya. Peringkasan data menjadi informasi sesuai dengan tingkatan manajemen juga merupakan salah satu bentuk penyajian informasi.
  3. Tempat (place), artinya informasi mempunyai nilai yang tinggi kalau informasi tersimpan dalam bentuk yang mudah diperoleh (diakses) kembali pada saat dibutuhkan.

Jadi, Akuntansi harus dipahami sebagai suatu system informasi yang tidak saja dilihat dari segi proses mampu memroses dan menghasilkan data keuangan, tetapi haruslah dilihat dari segi penyajian dan pengungkapan data tersebut, dimana bertujuan untuk menghasilkan informasi.

Pihak-Pihak yang berkepentingan terhadap akuntansi sebagai suatu sistem  informasi :

  1. Manajer, menggunakan akuntansi untuk :

-          Menyusun perencanaan perusahaan

-          Mengevaluasi kemajuan yang dicapai dalam usaha mencapai tujuan,

-          Melakukan tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan.

2.   Investor, menggunakan akuntansi dalam hal penanaman modal dalam perusahaan dengan tujuan

mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya.

Terkait dengan akuntansi, maka investor akan melakukan hal-hal sebagai berikut.

-          Mengevaluasi pendapatan yang diperkirakan akan dapat diperoleh dari investasinya.

-          Memonitoring perusahaan dengan menganalisis laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan

atau berita-berita keuangan dalam berbagai surat kabar dan majalah (dilakukan saat investasi sudah

dilakukan)

3.    Kreditur, menggunakan akuntansi untuk menilai layak tidaknya suatu perusahaan memberikan kredit kepada

pihak yang diberikan kredit. Kreditur hanya bersedia memberikan kredit kepada calon penerima kredit yang

dipandang mampu mengembalikan bunga dan mengembalikan kredit tepat pada waktunya.  Kreditur selalu

meminta laporan keuangan untuk dinilai, apakah kredit yang telah digunakan sesuai dengan tujuan yang telah

disepakati.

4.   Instansi Pemerintah, menggunakan informasi akuntansi terkait dengan penetapan pajak dan pengawasan

perusahaan oleh pemerintah. Badan-badan pemerintah tertentu seperti badan pelayanan pajak atau badan

pengembangan pasar modal (Bapepam), membutuhkan informasi keuangan dari perusahaan-perusahaan wajib

pajak atau perusahaan yang menjual sahamnya melalui pasar modal.

5.   Organisasi nirlaba, membutuhkan informasi akuntansi seperti halnya organisasi yang bertujuan mencari laba

dalam hal :

-          Penetapan anggaran organisasi

-          Pembayaran tenaga kerja,

-          Membayar listrik dan sewa

-          Urusan-urusan keuangan lainnya

6.   Pemakai lainnya, menggunakan informasi akuntansi oleh berbagai pihak lain untuk kepentingan-kepentingan

tertentu yaitu dalam hal :

-          Mengajukan kenaikan gaji atau tunjangan-tunjangan lain dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Profesi Akuntansi dibedakan menjadi dua yaitu :

  1. Akuntan Publik, adalah akuntan yang bekerja dengan membuka kantor akuntan public (KAP) yang memberikan pelayanan kepada perusahaan dalam bidang audit, penyusunan system akuntansi dan jasa lainnya secara independen.
  2. Akuntan Intern adalah akuntan yang bekerja sebagai pegawai dalam bidang akuntansi diperusahaan milik Negara dan daerah serta perusahaan swasta.
  3. Akuntan Pemerintah adalah akuntan yang bekerja sebagai pegawai pemerintah yang bidang dan aktivitas pekerjaannya berkaitan langsung dengan bidang akuntansi, seperti bekerja di BPK, kantor pajak dan sebagainya.
  4. Akuntan Pendidik adalah akuntan yang bergerak dalam bidang pendidikan, baik sebagai dosen maupun sebagai guru di sekolah lanjutan.
  5. Akuntan yang bekerja di luar bidang akuntansi, misalnya akuntan membuka usaha sendiri, akuntan yang bekerja di pemerintahan tetapi tidak dalam bidang akuntansi dan sebagainya.

Bidang-Bidang Akuntansi :

1.      Akuntansi Publik

-          Pemeriksa laporan keuangan (auditing) adalah bidang pekerjaan profesi akuntansi paling utama yang

diberikan kepada public (umum). Pemeriksaan laporan keuangan adalah pemeriksaan secara independen

untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disusun manajemen bagi para investor, kreditur dan pihak

luar lainnya. Hasil pemeriksaaan akuntan publik dituangkan dalam sebuah laporan yang disebut laporan hasil

pemeriksaan akuntan.

-          Akuntansi perpajakan, adalah jasa akuntan publik yang banyak dibutuhkan masyarakat. Tujuannya adalah

1)    untuk memenuhi peraturan perpajakan yang berlaku, 2) untuk menekan pajak seminimum mungkin

-        Akuntansi manajemen adalah pemberian jasa yang meliputi aspek yang luas. Akuntan publik dapat

memberikan berbagai pertimbangan dan saran kepada manajemen untuk memperbaiki hasil operasi

perusahaan yang menggunakan jasanya.

2.   Akuntan Intern

-          Akuntansi Umum, bertanggungjawab dalam hal pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan

manajemen, dan laporan keuangan umum (neraca, laba-rugi, perubahan modal, aliran kas). Akuntansi umum

biasanya menghasilkan data dasar (basic data) untuk keperluan fungsi akuntansi lain.

-          Akuntansi biaya menganalisis biaya perusahaan untuk membantu manajemen dalam pengawasan biaya.

Biasanya dalam akuntansi biaya ditekankan pada biaya produksi, tetapi akhir-akhir ini penekanan atas biaya

pemasaran juga semakin meningkat.

-          Peranggaran, menetapkan sasaran penjualan dan laba, serta perencanaan yang rinci untuk mencapai sasaran

tersebut. Penyusunan anggaran selalu memperhatikan data masa lalu yang dilaporkan dalam laporan

akuntansi. Anggaran digunakan untuk mengawasi jalannya operasi perusahaan melalui perbandingan antara

data sesungguhnya dengan anggaran.

-          Perancangan Sistem Informasi, mengidentifikasikan kebutuhan informasi untuk kepentingan intern maupun

ekstern. Setelah kebutuhan informasi diketahui, selanjutnya dirancang dan dikembangkan system yang

sesuai. System informasi akuntansi sangat membantu dalam mengawasi jalannya operasi suatu perusahaan.

-          Pemeriksaan Intern, adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan intern perusahaan.

Perusahaan-perusahaan besar umumnya memiliki saf pemeriksa intern. Para akuntan intern bertugas

mengevaluasi system akuntansi dan manajemen. Tugas pokoknya adalah 1) membantu pihak manajemen

dalam memperbaiki efesiensi operasi dan 2) menjamin bahwa para karyawan dan bagian-bagian perusahaan

telah melaksanakan prosedur dan rencana yang telah ditetapkan manajemen.

Dalam berbagai literature akuntansi, pembidangan akuntansi sering disederhanakan menjadi dua kelompok yang disebut akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.

  1. Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang bertujuan utama untuk menghasilkan laporan keuangan untuk kepentingan pihak luar.
  2. Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang tujuan utamanya adalah menghasilkan informasi untuk kepentingan manajemen. Jenis informasi yang diperlukan dalam manajemen dalam banyak hal berbeda dengan informasi yang diperlukan pihak luar. Informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen bersifat sangat mendalam, dan diperlukan untuk pengambilan berbagai keputusan manajemen dan biasanya tidak dipublikasikan kepada umum.

Jenis-jenis perusahaan yang bertujuan menghasilkan laba yaitu :

  1. Perusahaan Jasa (service business), yaitu perusahaan yang mendapatkan laba dengan cara menjual jasa dari sumber daya yang dimiliki.
  2. Perusahaan Dagang (trading business), yaitu perusahaan yang mendapatkan labanya dengan cara membeli terlebih dahulu barang (dagang), kemudian menjualnya kembali (tanpa mengubah bentuk) dengan harga yang lebih tinggi.
  3. Perusahaan Pabrik (manufacturing business), yaitu perusahaan yang mendapatkan labanya dengan cara membeli barang (bahan mentah), kemudian mengolahnya dengan mengeluarkan biaya, dan setelah menjadi barang jadi dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Beberapa bentuk perusahaan yang dikenal saat ini yaitu :

  1. Perorangan, adalah perusahaan yang dimiliki oleh perorangan
  2. Persekutuan adalah perusahaan yang dimiliki oleh dua atau lebih individu
  3. Korporasi (perseroan) adalah perusahaan yang dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah, sebagai badan hukum yang terpisah. Kepemilikannya terbagi dalam lembar saham.
  4. Perusahaan dengan kewajiban terbatas, gabungan dari karakteristik persekutuan dan dan korporasi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: