MILIUNER BAHAGIA

Sebuah lembaga penelitian di Amerika Serikat pernah meneliti orang-orang bahagia di sana. Penelitian berfokus pada para miliuner yang tidak pernah khawatir tentang kondisi ekonomi mereka. Sampel awalnya terdiri atas 200.000 miliuner. Tetapi ternyata dari mereka,  hanya 200 orang yang memilki kadar bahagia.

image

Mereka adalah orang kaya generasi pertama. Artinya, kekayaan mereka tidak berasal dari warisan orang tua, tetapi dengan modal nol alias dibangun dari jerih payah sendiri. Dari hasil penelitian tersebut, selain kaya raya, 200 pebisnis juga sangat menikmati hidup. Keluarga mereka pun berhasil dan sejahtera.

Para miliuner ini diwawancari satu per satu secara mendetail, lalu gaya hidup mereka dirangkum dan dibukukan oleh Thomas J. Stanley dengan judul The Millionaire Mind. Apa rahasia kesuksesan dan kebahagiaan hidup mereka ? Berikut ini beberapa kiat dari mereka yang patut kita jadikan contoh :

1. Memiliki Integritas
Jujur dalam berbicara dan tidak mengingkari janji

2. Disiplin
Tidak mudah terpengaruh dalam segala hal, termasuk dalam hal makanan. Mereka tidak sembarangan mengonsumsi makanan, dapat menahan nafsu, dan tidak serakah.

3. Mengembangkan keterampilan sosial
Pintar dalam bergaul sehingga memiliki pertemanan yang panjang, mempelajari kepemimpinan dan senantiasa mengembangkan diri.

4. Setia kepada pasangan dan didukung olehnya
Orang-orang kaya yang bahagia itu mempunyai prinsip menikah sekali seumur hidup. Mereka merawat kebahagiaan dalam berumah tangga dan memiliki anak-anak yang pendidikannya baik. Pasangan mereka selalu mendukung dalam keadaan apapun dan terbuka, karena menurut mereka, integritas mulainya dari dalam rumah. Kalau suami/istri tidak dapat dipercaya di rumah, demikian juga ketika berada di luar.

5. Hemat
Orang-orang kaya itu ternyata hidupnya hemat. Mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang. Standar pengeluaran jauh di bawah penghasilan mereka. Umpamanya pendapatan mereka Rp 15 juta/bulan, yang dipakai hanya seperempatnya. Mereka tidak diperbudak mode kendati cukup modis dan tidak kuno. Mereka tahu dimana membeli barang bagus, tetapi murah. Mereka juga bisa disebut miliuner zuhud karena tak memaksakan kehendak kepada Tuhan. Berapa pun aset yang Tuhan berikan, mereka akan bersyukur. Selain itu mereka juga anti-utang.

6. Bersandar kepada Tuhan
Di Amerika Serikat telah beberapa kali terjadi resesi ekonomi, tetapi orang-orang kaya ini tidak menjadi depresi. Jika ditanya apa kuncinya, jawaban mereka adalah : “Kami mampu mengatasi kegelisahan karena doa dan terus memohon kepada Tuhan karena kami punya Tuhan.

7. Pola Pikir yang Berbeda
Cara berpikir mereka berbeda di segala segi dengan orang-orang kebanyakan. Contonnya, jika mereka pergi ke mal, pandangan mereka tidak semata-mata tertuju pada batang-barang yang menarik untuk di beli, tetapi mrlihat bisnis apa yang sedang laku di mal. Mereka berpikir dengan cara yang berbeda dari kebanyakan karena mereka adalah man of production,bukan man of consumption.

Betapa pun padatnya aktivitas kesrharian mereka, mereka selalu meluangkan waktu untuk :

1. OLAHRAGA
Melakukan olahraga agar bisa meningkatkan semangat berjuang dan agar bisa bersikap sportif, yaitu menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang.

2. INVESTASI
Selalu berpikir untuk melakukan investasi atau mengembangkan bisnis.

3. DOA
Banyak waktu berdoa, mencari berkah dari (Tuhan, dan belajar dari firman-Nya. Ini telah menjadi gaya hidup mereka. Mereka kerap memohon petunjuk dari Tuhan dalam mengambil keputusan bisnis.

4. MEMBINA HUBUNGAN
Membina hubungan dengan banyak teman/relasi.

Sumber :
Iskandar, Eddy. 2010. The Miracle of Touch.

GOALS DALAM HIDUP KITA

Apakah sebagian besar orang memiliki goals dalam hidupnya ? Rasanya tidak. Banyak orang yang pasrah dan menjalani hidup tanpa arah dan tujuan yang jelas, terombang-ambing oleh tujuan yang jelas. Akan tetapi, banyak pula yang merasa memiliki tujuan dalam hidupnya. Namun tujuan hidup ini lebih merupakan mimpi-mimpi yang tidak jelas ujung pangkalnya dan tidak spesifik, tidak ada jangka waktu, tidak dapat diukur dengan parameter yang jelas, sehingga tidak menjadi dorongan yang kuat untuk direalisasikan.

image

Apakah goals penting ? Saya yakin semua orang akan menjawabnya penting. Ironisnya, banyak orang yang merencanakan kegagalan dengan gagal melakukan perencanaan. Bagaimana dengan Anda ? Apakah Anda telah memiliki goals dalam hidup ini ? Pertanyaan penting muncul kemudian, mengapa banyak orang tidak memiliki goals, sedangkan goals sangat penting.

Paling tidak ada lima alasan utama yang menyebabkan seseorang tidak memiliki goals diantaranya :

Pertama, alasan paling mudah yaitu orang tersebutntidak serius. Tidak akan ada perubahan yang berarti hingga Anda benar-benar serius dengan goals Anda dan berusaha secara total dalam mewujudkannya. Setiap saat dalam hidup Anda lalui dengan memikirkan bagaimana mewujudkan goals Anda. Ibaratnya, eat-sleep-and dream with your goals.

Kedua, mereka tidak mengerti tentang pentingnya goals. Diakui atau tidak, banyak diantara kita yang tidak menyadari betapa pentingnya goals dalam hidup. Mereka yang dibesarkan dalam lingkungan yang berbudaya goals, akan terbiasa melakukan aktifitasnya, begitu sebaliknya.
Manfaat langsung dengan adanya goals adalah :
(1)  Anda dapat mencapai hasil yang lebih baik.
(2)  Prestasi Anda akan meningkat sejalan dengan target yang Anda tentukan.
(3)  Motivasi Anda akan lebih besar karena Anda tahu apa yang Anda kerjakan.
(4)  Anda akan merasa lebih percaya diri.
(5)  Anda akan memiliki sikap yang lebih positif karena Anda tahu, Anda berjalan menuju kesuksesan.

Ketiga, mereka tidak tahu bagaimana cara menentukan goals. Salah satu tragedi besar dalam kurikulum pendidikan kita adalah bahwa kita menghabiskan tidak kurang dari 15 tahun untuk duduk di bangku sekolah tanpa pernah mendapatkan satu jam khusus yang membahas tentang goals. Bayangkan, jika sekolah-sekolah kita memberikan waktu khusus bagi siswa-siswa mereka untuk mewujudkannya, maka kelak bangsa kita akan terdiri atas generasi penerus yang tahu ke mana seharusnya arah perjalanan bangsa ini. Mereka akan bangkit menjadi pribadi-pribadi yang jauh lebih antusias dan bersemangat, mereka jauh lebih hidup dari pada sebelumnya, karena saat itu mereka sudah memiliki target hidup yang jelas, spesifik, menantang dan terarah untuk memperjuangkannya menjadi kenyataan.

Keempat, mereka takut akan cemoohan orang lain. Sesungguhnya, kebiasaan buruk lingkungan kita adalah melakikan kritik negatif kepada anak-anak kita, sehingga mereka tumbuh dalam keadaan miskin ide dan takut dicela oleh orang lain. Ketika anak-anak kita melakukan kegagalan, mereka lebih sering mendapatkan celaan ketimbang ajakan untuk mempelajari titik lemahnya. Dari sini mereka akan takut untuk menyatakan keinginan dan cita-citanya, waktu terus berjalan hingga mereka tumbuh dewasa dan mereka menjadi orang yang tidak pernah berani mengemukakan ide-idenya.

Kelima, alasan yang paling sering dimiliki oleh orang yang tidak memiliki goals adalah bahwa mereka takut akan kegagalan dan takut akan perubahan. Banyak orang yang sudah terlanjur kalah bahkan sebelum perang dimulai. Takut akan kegagalan merupakan salah satu sebab paling berbahaya dalam perjalanan menuju keberhasilan. Mungkin Anda tidak ingat bahwa kegagalan adalah pelajaran berharga untuk mencapai keberhasilan.

Sumber :

Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadi. 2006. Fight Like A Tiger-Win Like A Champion.

Anggaran

Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk periode tertentu di masa yang akan datang. Anggaran sering pula disebut rencana keuangan. Di dalam anggaran, satuan kegiatan dan satuan keuangan menempati posisi penting karena segala kegiatan akan dikuantiBidang Spesialisasi Akuntansifikasikan dalam bentuk uang.
Manfaat anggaran bagi perusahaan antara lain : adanya perencanaan perusahaan yang terpadu, sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan, alat koordinasi kerja, alat pengawasan kerja dan alat evaluasi kegiatan perusahaan. Dengan manfaat itu, anggaran diharapkan dapat membantu manajemen dalam melaksanakan dan mengendalikan operasional perusahaan.
Tetapi, agar kegunaannya optimal, penyusunan anggaran hendaknya realistis, luwes dan diberi perhatian yang kontinyu. Penjelasan singkat mengenai anggaran yang umum terdapat dalam suatu perusahaan industri adalah :

a.   Anggaran Produksi
Merupakan perencanaan rinci mengenai jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode mendatang, meliputi rencana mengenai jenis (kualitas), jumlah (kuantitas), kapan (waktu) produksi dilaksanakan.
b.  Anggaran Bahan Baku
Merupakan perencanaan rinci mengenai kebutuhan dan penggunaan bahan baku langsung. Bahan baku tidak langsung akan dimasukkan pada Anggaran Biaya Overhead Pabrik.
c.    Anggaran Tenaga Kerja
Tenaga kerja dibagi dua. Pertama, tenaga kerja langsung, yaitu tenaga kerja yang secara langsung berperan dalam proses produksi dan kedua, tenaga kerja tidak langsung yaitu tenaga kerja yang secara tidak langsung berperan dalam proses produksi. Untuk yang kedua, biayanya dikaitkan dengan biaya overhead pabrik.
Anggaran tenaga kerja adalah perencanaan rinci mengenai upah yang akan dibayarkan kepada tenaga kerja langsung untuk periode yang akan datang. Anggaran tenaga kerja meliputi rencana jumlah waktu, tarif upah dan waktu pelaksanaan.
d.    Anggaran Biaya overhead Pabrik (BOP)
Biaya overhead pabrik merupakan biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan sehubungan dengan proses produksi, kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Anggaran biaya overhead pabrik merupakan perencanaan rinci mengenai biaya-biaya tak langsung yang dikeluarkan sehubungan dengan proses produksi selama periode yang akan datang, meliputi jenis biaya, waktu, serta tempat di mana biaya tersebut terjadi.
e.    Anggaran Variabel
Pembiayaan perusahaan dikelompokkan atas biaya tetap, biaya variabel dan semi variabel. dengan menyusun anggaran variabel diharapkan dapat diidentifikasikan sejauh mana masing-masing biaya akan dipengaruhi oleh aktivitas atau kegiatan perusahaan.
Anggaran variabel diutamakan untuk merencanakan biaya-biaya tak langsung. Karena tidak berhubungan langsung dengan aktivitas perusahaan, maka aktivitas perusahaan tidak akan secara langsung mempengaruhi besar kecilnya biaya tersebut.
Karena itu, anggaran variabel merupakan perencanaan mengenai skedul biaya yang menunjukkan bagaimana tiap-tiap biaya akan berubah sehubungan dengan perubahan tingkat kegiatan untuk waktu tertentu di masa yang akan datang.
f.    Anggaran Modal
Anggaran modal atau anggaran aktiva tetap berhubungan dengan keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana jangka waktu pengembaliannya lebih dari satu tahun. Contoh; pengeluaran investasi untuk bahan, mesin, bangunan dan sebagainya.
g.    Anggaran Piutang
Pituang perusahaan dapat timbul karena transaksi penjualan produk yang dihasilkan perusahaan atau penjualan aktiva-aktiva secara kredit. Anggaran piutang merencanakan jumlah piutang perusahaan beserta perubahan-perubahannya dari tahun ke tahun dalam suatu periode di masa yang akan datang.
h.    Anggaran Kas
Anggaran kas menunjukkan rencana sumber dan pengeluaran kas selama tahun anggaran terdiri dari rencana penerimaan dan pengeluaran kas.

Referensi :
Umar, Husein. 2000. Business An Introduction. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

HAKIKAT PEMBELAJARAN

HAKIKAT PEMBELAJARAN

Di dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, pembelajaran merupakan aktivitas yang paling utama. Ini berarti bahwa keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung pada proses pembelajaran secara efektif. Pembelajaran pada hakekatnya merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan dalam perilaku sebagai hasil interaksi dirinya dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Secara lengkap pengertian pembelajaran adalah “suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang b

aru secara keseluruhan sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.

Terdapat beberapa prinsip yang menjadi landasan dalam pengertian tersebut yaitu :

Pertama, pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku. Prinsip ini mengandung makna bahwa ciri utama proses pembelajaran ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu. seseorang yang telah mengalami pembelajaran akan berubah perilakunya. Perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran mempunyai ciri-ciri : (a) Perubahannya disadari, artinya individu yang melakukan proses pembelajaran menyadari bahwa pengetahuannya telah bertambah, keterampilannya telah bertambah, ia lebih yakin terhadap dirinya; (b) Perubahannya bersifat kontinu, artinya suatu perubahan yang telah terjadi menyebabkan terjadinya terjadinya perubahan perilaku yang lain; (c) perubahannya bersifat fungsional, artinya perubahan yang telah diperoleh sebagai hasil pembelajaran memberikan manfaat bagi individu yang bersangkutan; (d) Perubahannya bersifat positif, artinya terjadi adanya pertambahan perubahan dari individu. Perubahan yang diperoleh senantiasa bertambah sehingga berbeda dengan keadaan sebelumnya; (e)Perubahannya bersifat aktif, artinya perubahan itu tidak  terjadi dengan sendirinya, akan tetapi melalui aktifitas individu. Perubahan yang terjadi karena kematangan, bukan hasil pembelajaran karena terjadi dengan sendirinya sesuai dengan tahapan-tahapan perkembangan; (f) Perubahannya bersifat permanen, artinya perubahan yang terjadi sebagai hasil pembelajaran akan berada secara kekal dalam diri individu, setidak-tidaknya untuk msa tertentu; (g) Perubahannya bertujuan dan terarah, artinya perubahan itu terjadi karena ada sesuatu yang akan dicapai. Dalam proses pembelajaran, semua aktivitas terarah kepada pencapaian suatu tujuan tertentu.

Kedua, hasil pembelajaran ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan. Prinsip ini mengandung makna bahwa perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran adalah meliputi semua aspek perilaku dan bukan hanya satu atau dua aspek saja. Perubahan perilaku itu meliputi aspek perilaku kognitif, afektif, dan motorik.

Ketiga, pembelajaran merupakan suatu proses. Prinsip ini mengandung makna bahwa pembelajaran merupakan suatu aktivitas yang berkesinambungan. Do dalam aktivitas itu terjadi adanya tahapan-tahapan sistematis dan terarah. Jadi, pembelajaran bukan sebagai suatu benda atau keadaan yang statis, melainkan meruapakan suatu rangkaian aktivitas yang dinamis dan saling berkaitan. Proses pembelajaran tidak dapat dilepaskan antara interaksi individu dengan lingkungannya.

Keempat, proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akan dicapai. Prinsip ini mengandung makna bahwa aktivitas pembelajaran terjadi karena ada sesuatu yang mendorong (misalnya adanya kebutuhan yang harus dipuaskan) dan ada sesuatu yang ingin dicapai.

Kelima, pembelajaran meruapakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada dasarnya adalah kehidupan melalui situasi yang nyata dengan tujuan tertentu. Pembelajaran meruapakan bentuk interaksi individu dengan lingkungannya sehingga banyak memberikan pengalaman dari situasi nyata.

Memperhatikan lima prinsip tersebut, maka belajar merupakan perubahan suatu kecenderungan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil peraktek yang diperkuat yaitu ada sebab-sebab belajar. Dalam belajar, suatu perubahan yang relatif permanen menunjuk kepada perubahan dalam penampilan.

Referensi : Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Jakarta : Grasindo.

Bangkit dari Kekalahan

Dalam perjalanan hidup manusia tak kan pernah luput dari kekalahan dan kemenangan.
Kekalahan dan kemenangan tidak hanya diartikan sebagai suatu kompetisi atau pertandingan saja,
tetapi banyak hal di dalam kehidupan ini dapat diartikan sebagai kekalahan dan kemenangan diri.
Saat kita berhasil lulus kuliah dengan nilai yang baik,
kita akan sangat bahagia karena pasti merasa waktu 4 tahun belajar tidak sia-sia belaka.
Kita berhasil, kita menang melawan nafsu-nafsu untuk akhirnya mendapatkan nilai yang bagus.
Namun, ada hal yang terkadang sulit kita terima, yaitu kekalahan.
Kekalahan akan sangat menyakitkan apabila kita sangat berharap dan tidak mendapatkannya,
terlebih bila tidak disertai perasaan untuk menerima kekalahan tersebut.
Banyak orang merasa tidak memiliki semangat hidup lagi saat menerima kekalahan.
Bahkan terkadang kekalahan ini membawa kita dalam keadaan depresi jiwa dan merasa tidak berguna.
Frustasi karena putus cinta juga merupakan suatu kekalahan diri, apabila tidak bisa menerima kenyataan tersebut.
Kita berharap suatu keadaan bahagia bersama pasangan, kita menerima perasaan cinta pasangan kita,
dan suatu hari kita harus sadar bahwa kita sudah tidak bersama dia,
bahwa dia bukan jodoh kita.
Rasanya kenyataan ini begitu pahit, kita tidak bisa menerima kenyataan, dan terus dihantui rasa sedih.
Dalam kekalahan, bukan selalu berarti kita kalah, kita masih bisa menang, kita masih bisa bangkit,
dan mencapai keadaan yang kita harapkan.
Hal utama bangkit dari kekalahan adalah tekad, semangat, dan kemauan dalam diri kita,
dan kerelaan menerima kenyataan tersebut.
Inilah dinamika hidup. Inilah perjalanan hidup manusia,
dimana terkadan kekalahan itu juga memiliki makna yang dalam.
Dengan kekalahan, kita diterpa untuk berusaha.
Dengan kekalahan, kita dipaksa membuka mata kita untuk menerima kemenangan orang.
Dengan kekalahan, kita belajar untuk menerima dan bersikap rendah hati.
Dengan kekalahan, kita bisa menatap hal-hal indah di sekitar kita.
Hidup ini begitu indah, banyak waktu yang terbuang
apabila hanya kekalahan dan kegagalan saja yang dipikirkan.
Banyak hal dalam hidup ini yang masih bisa kita capai.
Matahari yang akan datang, pasti akan bersinar lebih indah
bila kita tatap dengan semangat baru untuk bangkit dari kekalahan ini.

Sumber : klik

Komponen Pokok Situasi Pendidikan

 Setiap kegiatan pendidikan, yang berlangsung dalam hubungan pendidikan, selanjutnya disebut situasi pendidikan, di dalamnya terkandung komponen peserta didik, pendidik, tujuan pendidikan dan proses pembelajaran. Kualitas pendidikan yang terjadi di dalam situasi pendidikan itu ditentukan oleh kualitas komponen-komponen itu masing-masing dan kualitas interaksi komponen tersebut.

Peserta Didik

Peserta didik adalah manusia yang sepenuhnya memiliki harkat dan martabat manusia dengan segenap kandungannya. Peserta didik dengan harkat dan martabatnya ini berhak hidup dan mengembangkan diri melalui pendidikan. Dengan kata lain, pendidikanlah yang akan mengembangkan harkat dan martabat peserta didik sehingga peserta didik menjadi apa yang disebut sebagai manusia seutuhnya.

    Pendidik

Pendidik adalah manusia yang memiliki kualifikasi akademik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seorang pendidik adalah mereka yang mampu tidak saja memberikan ilmu dan pengetahuan kepada peserta didik, akan tetapi menggunakan kompetensinya tersebut untuk mengubah tingkah laku peserta didik agar memiliki akhlak dan sikap berkarakter yang baik.

   Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk menjadikan manusia yang baik, bertanggungjawab, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan Negara. Tujuan pendidikan lebih mengarah pada pembentukan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik. Kognitif berkenaan dengan kemampuan individual mengenal dunia sekitarnya yang meliputi perkembangan intelektual atau mental. Afektif mengenai perkembangan sikap, perasaan, dan nilai-nilai atau perkembangan emosional dan moral. Psikomotor menyangkut perkembangan keterampilan yang mengandung unsur-unsur motoris.

   Proses Pendidikan

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pendidikan di satu sisi, dan di sisi lain merupakan kegiatan yang diupayakan oleh pendidik agar kegiatan tersebut berlangsung untuk sebesar-besarnya bermanfaat bagi pencapaian tujuan pendidikan oleh peserta didik. Proses pembelajaran ini berlangsung dalam interaksi antar-komponen peserta didik dan pendidik dalam muatan tujuan pendidikan. Dalam interaksi ini pendidik menyikapi dan memperlakukan peserta didik sesuai dengan harkat dan martabat manusia yang melekat pada diri peserta didik,  untuk mencapai tujuan pendidikan yang tidak lain adalah upaya perwujudan harkat dan martabat manusia pada prikehidupan peserta didik.

Keempat komponen pokok situasi pendidikan ini hendaknya dijalankan dengan seimbang demi kelancaran situasi pendidikan yang terkendali. Interaksi antara peserta didik dan pendidik dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan kedua pihak (pendidik dan peserta didik). Interaksi keduanya akan mampu dicapai apabila proses pendidikan di sekolah dijalankan dengan baik dan memenuhi ketiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan psikomotorik.

Referensi :

Prayitno. Dasar-dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Jakarta:Grasindo

MEMPERCEPAT STARTUP WINDOWS 7

MEMPERCEPAT STARTUP WINDOWS 7

Sebagian besar pengguna komputer mungkin pernah mengalami proses Startup Windows yang memakan waktu terlalu lama, tidak secepat ketika pertama kali Windows diinstal. Hal tersebut disebabkan oleh terlalu banyaknya aplikasi yang berjalan pada saat Startup Windows. Bayangkan jika kita menginstal lebih dari 10 aplikasi dan semuanya dijalankan pada saat Startup Windows, pasti computer akan menjadi sangat lambat. Tidak hanya itu, aplikasi-aplikasi tersebut akan terus berjalan di background dan menguras banyak memori. Hal tersebut menyebabkan aplikasi-aplikasi yang kita jalankan secara bersamaan terasa sangat lambat.

Sebenarnya tidak semua aplikasi yang berjalan pada Startup Windows yang kemudian juga berjalan di background kita butuhkan. Oleh karena itu, kita bias menonaktifkan beberapa aplikasi yang tidak dibutuhkan dengan menggunakan sebuah tool yang bernama System Configuration.

 Untuk membuka System Configuration, dari Start pada Search Program and Files ketikkan MSCONFIG, kemudian tekan Enter.

 

Selanjutnya pilih tab Startup, sehingga muncul kotak configurasi seperti di gambar di bawah ini.

Masalnya, tidak banyak pengguna yang awam di bidang computer tahu persis aplikasi mana yang harus dijalankan dan aplikasi mana tidak perlu dijalankan pada saat Startup Windows. Adapun beberapa contoh aplikasi yang tidak perlu dijalankan pada saat Startup windows adalah Yahoo Messenger, Winamp, Windows Live Messenger, dan sebagainya. Aplikasi-aplikasi tersebut bisa kita jalankan ketika kita ingin menggunakannya saja.

 Contoh aplikasi-aplikasi yang perlu dijalankan pada saat Startup Windows antara lain antivirus, anti spyware, firewall, dan sebagainya. Selain itu juga aplikasi untuk pinting driver, biasanya aplikasi ini berhubungan dengan hardware sehingga apabila aplikasi tersebut tidak dijalankan saat Startup Windows maka hardware tidak akan berfungsi, misalnya Sound, Touchpad dan lain-lain. Setelah dilakukan pengecekan mana yang perlu dijalankan maupun yang tidak perlu dijalankan pada Startup Windows, Anda harus memilih Apply dan  OK  kemudian  restart komputer Anda untuk memberlakukan pengaturan yang telah dilakukan.

 Setiap orang memiliki pertimbangan yang berbeda dalam menentukan aplikasi yang akan dijalankan ketika melakukan Startup, tergantung kebutuhan masing-masing. Anda bias mencoba dengan memilih atau mengosongi beberapa item pada Startup dan lihat pengaruhnya. Jangan takut untuk mencoba karena jika terjadi perubahan yang tidak Anda inginkan, maka Anda bias mengembalikannya ke posisi semula dengan menggunakan System Restore.

 **Selamat Mencoba **

Referensi :

Susilo, Andik. 2010. Windows 7 Missing Triks-Mengungkap Trik-trik yang Tidak Biasanya Dilakukan, Langsung dari Ahlinya. Yogyakarta: Andi

 

Berbisnis di Usia Muda

Ketika saya bilang bisnis itu sulit saya langsung mencoba bertanya pada diri sendiri, bahwa apakah sesulit ini memulai bisnis di usia yang realtif muda. Pepatah mengatakan “muda berkararya, tua dikenang”. Pembisnis muda semakin hari semakin marak, hal ini dikarenakan lapangan pekerjaan yang sedikit, masih terikat dengan outsourching, dan UMR yang tidak manusiawi, lokasi pekerjaan yang jauh, beban pekerjaan yang banyak, senioritas, salah profesi ,  menghadapi lingkungan kompetitif, bermental karyawan sederet fakta tersebut bisa kalian fikirkan dan renungkan. Apakah salah satunya yang sedang kalian rasakan  saat ini?.

Jika diperhatikan memang aneh, kebutuhan ekonomi semakin meningkat, namun pendapatan sama saja, Itu yang mungkin dirasakan oleh orang tua kita. Coba kita bayangkan, jarang sekali kita mendengar curahan hati teman , sahabat atau bahkan saudara kalian yang bilang “ kerja itu enak “ faktanya bagi saya “ Tidak “. Meskipun uang berperan, coba deh kalian fikirkan lagi bukan sok idealis “ apakah yang kalian lakukan bermanfaat untuk kalian dan orang lain?” atau tugas kita hanya sekedar bekerja.. bekerja..dan bekerja? . Read the rest of this entry

Kumpulan Skripsi Pendidikan

Silahkan klik link download di bawah untuk mengunduh skripsi-skripsi pendidikan yang berkaitan dengan motivasi belajar.

1.  Skripsi 1 (download)

2. Skripsi 2 (download)

3. Skripsi 3 (download)

4. Skripsi 4 (download)

Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berwawasan Lingkungan

LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

A. LINGKUNGAN HIDUP
Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup merumuskan bahwa lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang membentuk suatu wilayah yang disebut ekosistem. Di dalamnya meliputi lingkungan hayati, nonhayati, dan lingkungan buatan serta lingkungan social. Ilmu yang mempelajari tentang lingkungan adalah ekologi. Lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu lingkungan hidup alamiah dan lingkungan hidup buatan.
1. Lingkungan Hidup Alamiah
Lingkungan hidup alamiah adalah suatu sistem yang amat dinamis yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, keadaan, makhluk hidup, dan komponen-komponen abiotic lainnya, tanpa adanya dominasi campur tangan manusia. Interaksi yang terjadi dalam lingkungan alamiah dan sekitarnya membentuk suatu ekosistem. Salah satu contoh lingkungan hidup alamiah yaitu hutan primer.
Dalam lingkungan alamiah terjadi interaksi antarkomponen lingkungan, pertukaran energy dan materi, dan pergantian komunitas tumbuhan dan hewan sebagai respons terhadap perubahan lingkungan yang ditimbulkan oleh peristiwa alam, seperti gempa, kebakaran hutan, banjir, dan pergantian iklim. Pergantian alamiah dalam lingkungan hidup alamiah dapat terjadi berkali-kali, namun akhirnya selalu membentuk komunitas yang stabil. Sebaliknya, ergantian dalam hutan primer yang terjadi akibat kegiatan manusia, seperti penebangan hutan, perladangan berpindah, pertambangan, pembukaan hutan untuk pertanian, dan perkebunan menyebabkan lingkungan hidup alamiah menjadi lingkungan hidup buatan.
2. Lingkungan Hidup Buatan atau Binaan
Lingkungan hidup binaan adalah lingkungan hidup alamiah yang sudah didominasi oleh kehadiran manusia. Lingkungan hidup binaan ini dapat terbentuk karena kebutuhan hidup manusia dengan jumlah penduduk yang makin meningkat memaksa manusia mengubah lingkungan hidup alamiah. Oleh karena itu, lingkungan hidup binaan selalu ditandai oleh timbulnya limbah yang membawa dampak bagi kehidupan manusia, baik dampak fisik, hayati, social maupun dampak yang terasa langsung oleh manusia itu sendiri.

B. INTERAKSI UNSUR-UNSUR LINGKUNGAN
Manusia hidup di muka bumi ini berkembang dan berinteraksi dengan lingkungan. Kehidupan dimulai dari yang paling sederhana, yaitu merupakan bagian dari lingkungan kemudian mulai manusia melepaskan diri dari lingkungan dengan jalan mengolah lingkungan, sampai berusaha membina lingkungan. Manusia bagian dari lingkungan guna memenuhi kebutuhan hidupnya terutama bahan makanan, hanya terbatas pada segala sesuatu yang terdapat di dalam lingkungan sehingga tidak ada usaha untuk memproduksi bahan makanan yang dibutuhkan. Sejalan dengan pertumbuhan manusia yang terus bertambah, lingkungan semakin terbatas dalam menyediakan bahan yang dibutuhkannya. Apalagi, diantara manusia di dalam lingkungan yang sama terjadi persaingan dalam memperebutkan ruang hidup dan sumber daya.
Secara garis besar, unsur lingkungan hidup dibagi menjadi tiga, yaitu biotik, abiotic, dan social budaya.
1. Unsur biotik
Unsur biotik adalah segala makhluk hidup yang terdapat di sekitar kita, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Baik yang terdapat di atas tanah maupun yang terdapat di dalam tanah.
2. Unsur abiotik
Unsur abiotik adalah segala sesuatu yang terdapat di sekitar kita yang berwujud benda-benda mati seperti tanah, air, udara, mineral, gas, energi dan sinar mtahari.
3. Unsur sosial budaya
Unsur sosial budaya adalah segala sesuatu yang berasal dari hasil pikiran dan akal budi manusia, unsur-unsur budaya termasuk di dalamnya semua ciptaan manusia seperti gudang-gudang, jalan-jalan, kendaraan bermotor, industry dan sebagainya termasuk pranata-pranata yang terbentuk melalui proses berpikir manusia.
Di dalam suatu komunitas, komponen-komponen lingkungan tersebut saling berhubungan, bahkan saling mempengaruhi. Keadaan demikian, secara alamiah menjamin kelangsungan makhluk hidup di permukaan bumi. Dalam hubungan ini, suatu komponen lingkungan baik biotik maupun abiotik menjadi lingkungan bagi makhluk hidup. Apakah ia menjadi bahan makanan atau menyuplai energi.
Di dalam kehidupan manusia, senantiasa terjadi interaksi timbal balik sistem sosial yang dipengaruhi latar belakang budaya dan sistem biofisik atau ekosistem. Hubungan timbal balik yang erat antara dua subsistem itu dapat berjalan dengan baik dan teratur karena adanya arus energi. Energi, materi, dan informasi, misalnya energi yang diperlukan untuk melakukan kerja.
Kesimpulannya, aspek latar belakang sosial ekonomi dan budaya manusia dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam memperlakukan alam lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, manusia dapat dainggap sebagai pengontrol program ekosistemnya. Sebaliknya, karena pengaruh lingkungan biofisik sekitarnya, manusia harus melakukan penyesuaian diri terhadap sifat lingkungan sekitarnya untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
Hubungan sistem sosial dan biofisik tersebut sangat dinamis setiap waktu sehingga apabila perubahan pada sistem sosial masyarakat terjadi, maka secara otomatis akan mengakibatkan perubahan pula pada sistem biofisik.

C. BENTUK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN CARA MENGATASINYA
Masalah lingkungan hidup telah menjadi perhatian dunia secara global, baik di Negara maju maupun di Negara berkembang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan hidup, diantaranya disebabkan oleh berbagai kegiatan industry modern yang menimbulkan dampak negative terhadap lingkungan serta dampak negative dari kemiskinan. Berbagai permasalahan kerusakan lingkungan yang banyak terjadi antara lain, kerusakan hutan, erosi tanah, kepunahan satwa liar, kepunahan tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.
1. Kerusakan Lingkungan Hidup oleh Faktor Alam
Bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh factor alam pada umumnya merupakan bencana alam, seperti letusan gunung api, banjir, abrasi, angina putting beliung, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya. Letusan gunung api sering terjadi di berbagai belahan bumi yang merupakan jalur gunung api, seperti Indonesia. Peletusan gunung api ada yang lemah da nada yang kuat. Makin kuat letusan gunung api, makin besar kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya.
Kejadian banjir sering pula disertai dengan tanah longsor telah mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan khidupan. Banjir telah mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan kehidpan. Banjir telah mengakibatkan daerah permukiman dan pertanian terendam sehingga banyak tanaman-tanaman mati, jalan-jalan longsor, jembatan hancur dan sebagainya.
Adapun kerusakan lingkungan hidup di tepi pantai disebabkan oleh adanya abrasi, yaitu pengikisan pantai oleh air laut yang terjadi secara alami. Peristiwa gempa bumi merupakan kekuatan alam yang berasal dari dalam bumi dan dapat menyebabkan getaran di permukaan bumi. Gempa bumi sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia sehingga menimbulkan kerusakan pada lingkungan.
2. Kerusakan Lingkungan Hidup yang Disebabkan oleh Kegiatan Manusia
Proporsi kerusakan lingkungan yang disebabkan kegiatan mansuai sebetulnya jauh lebih besar dibandingkan dengan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam. Bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia diantaranya pencemaran sungai oleh limbah industri, penebangan hutan secara massal dan illegal, dan sebagainya.
Penebangan-penebangan hutan untuk keperluan industry, lahan pertanian, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya telah menimbulkan kerusakan lingkungan hidup yang luar biasa. Erusakan lingkungan hidup yang terjadi menyebabkan timbulnya lahan kritis, ancaman terhadap kehidupan flora dan fauna, dan kekeringan.
Pencemaran lingkungan dapat terjadi terhadap tanah, air, udara. Pada umumnya pencemaran air dan tanah terjadi karena pembuangan limbah-limbah industry dan biasanya terjadi di perkotaan. Adapun pencemaran terhadap udara terjadi karena hasil pembakaran bahan bakar.
Kasus-kasus pencemaran perairan telah sering terjadi karena pembuangan limbah industry ke dalam tanah, sungai, danau dan laut. Kebocoran-kebocoran pada kapal-kapal tanker dan pipa-pipa minyak yang menyebabkan tumpahan minyak ke dalam perairan menyebabkan kehidupan di tempat itu terganggu, banyak ikan-ikan yang mati, tumbuh-tumbuhan yang terkena genangan minyak pun akan musnah pula.
Masalah lain yang muncul adalah perladangan hutan secara liar oleh penduduk. Akibatnya, keanekaan flora dan fauna hutan menurun drastic, serta manfaat hutan bagi manusia pun terganggu bahkan hilang sama sekali.

D. USAHA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
Kerusakan lingkungan hidup bila tidak segera diatasi, suatu saat akan menimbulkan malapetaka besar bagi manusia. Dewasa ini berbagai organisasi lingkungan hidup baik yang berskala internasional, nasional, dan daerah, tidak henti-hentinya menyuarakan penyelamatan lingkungan hidup untuk keselamatan manusia di masa kini maupun di masa akan datang. Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut.
a. Bidang kehutanan
Usaha yang dilakukan di bidang kehutanan adalah :
1) melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan yang hutannya gundul;
2) penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari;
3) memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar dan memberikan hukuman yang berat kepada pelanggar;
4) memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari;
5) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang perlindungan dan pemeliharaan hutan serta menegakkan secara konsisten.
b. Bidang pertanian
Usaha yan dilakukan di bidang pertanian adalah :
1) melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola pertanian yang tidak menimbulkan kerusakan lingkungan;
2) mengubah sistem pertanian berladang 9berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan dan sebagainya;
3) pertanian yang dialkukan pada lahan yang tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil;
4) pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman;
5) mengurangi pemakaian pestisida karena dapat mencemari air dan tanah;
6) menentukan jenis-jenis tanman yang tahan hma;
7) mengoptimalkan peran serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
c. Bidang industri
Usaha yang dilakukan di bidang industry adalah :
1) melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang tidak terpakai, seperti kertas, plastic, aluminium, besi dan sebagainya;
2) mengembangkan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan;
3) mendirikan kawasan industry yang jauh dari permukiman penduduk;
4) melakukan netralisasi limbah industry yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan;
5) untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industry yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan karbon monoksida dan karbon dioksida, diwajikan melakukan penghijauan di lingkunga sekitarnya;
6) mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya;
7) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tantang pemetaan wilayah industri.
d. Bidang perairan
Usaha yang dilakukan di bidang perairan adalah :
1) melarang keras pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut.
2) Melarang pengambilan karang di laut yang menjadi tempat berkembang biak ikan-ikan;
3) Membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang penangkapan ikan di sungai atau laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya.

E. HAKEKAT PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN CIRI-CIRINYA
Pembangunan berkelanjutan erat kaitannya dengan pembangunan berwawasan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan pada hakekatnya merupakan pembangunan lestari. Pembangunan lestari yang didasarkan pada pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terncana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan masa datang.
Dari segi lingkungan, pembangunan berwawasan lingkungan dapat diartikan sebagai gabungan antara pembangunan dan kemajuan dengan usaha untuk memelihara lingkungan agar sumber-sumber daya alam di sekitar kita, seperti sumber air, hutan, tanah, udara, energi, mineral, dan lain-lain yang telah digunakan tidak hilang dan musnah sehingga dapat diguankan kembali.
Dalam proses pembangunan yang berwawasan lingkungan, penggunaan sumber-sumber daya alam yang tersedia senantiasa mempertimbangkan dan memperhitungkan kemampuan sumber daya alam itu sendiri. Penggunaan sumber daya alam secara semena dan rakus oleh manusia, suatu ketika akan menimbulkan kesulitan besar bagi manusia, terutama generasi yang akan datang. Orang-orang tertentu yang hanya memikirkan keuntungan pribadi semata, dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada orang lain dan generasi di kemudian hari.
Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan merupakan proses pembangunan yang senantiasa memadukan proses pembangunan dengan potensi lingkungan. Pembangunan tidak akan dapat tercapai dan berkembang apabila kemampuan lingkungan terus mengalami kemerosotan. Demikian pula halnya lingkungan tidak akan dapat dilindungi dan dipelihara apabila pembangunan di suatu negara itu rendah kualitasnya sehingga tidak mempunyai cukup dana dan teknologi untuk menjaga, dan memelihara lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan memiliki beberapa ciri-ciri, di antaranya sebagai berikut :
1) mengutamakan kualitas hidup dan berorientasi jangka panjang sehingga dapat dirasakan oleh semua generasi ;
2) senantiasa memadukan antara pembangunan dan pemeliharaan lingkungan;
3) memanfaatkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui secara bijaksana. Adapun sumber daya alam yang dapat diperbaharui, terjamin ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitasnya.
4) Memerhatikan kemampuan ekologi dalam sekitar serta potensi yang terkandung dalam lingkungan;
5) Tidak mengorbankan unsur-unsur lingkungan untuk tujuan pembangunan, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.

Referensi :

Firmansyah, Herlan dan Dani Ramdani. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial 2. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.