Komponen Pokok Situasi Pendidikan

 Setiap kegiatan pendidikan, yang berlangsung dalam hubungan pendidikan, selanjutnya disebut situasi pendidikan, di dalamnya terkandung komponen peserta didik, pendidik, tujuan pendidikan dan proses pembelajaran. Kualitas pendidikan yang terjadi di dalam situasi pendidikan itu ditentukan oleh kualitas komponen-komponen itu masing-masing dan kualitas interaksi komponen tersebut.

Peserta Didik

Peserta didik adalah manusia yang sepenuhnya memiliki harkat dan martabat manusia dengan segenap kandungannya. Peserta didik dengan harkat dan martabatnya ini berhak hidup dan mengembangkan diri melalui pendidikan. Dengan kata lain, pendidikanlah yang akan mengembangkan harkat dan martabat peserta didik sehingga peserta didik menjadi apa yang disebut sebagai manusia seutuhnya.

    Pendidik

Pendidik adalah manusia yang memiliki kualifikasi akademik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seorang pendidik adalah mereka yang mampu tidak saja memberikan ilmu dan pengetahuan kepada peserta didik, akan tetapi menggunakan kompetensinya tersebut untuk mengubah tingkah laku peserta didik agar memiliki akhlak dan sikap berkarakter yang baik.

   Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk menjadikan manusia yang baik, bertanggungjawab, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan Negara. Tujuan pendidikan lebih mengarah pada pembentukan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik. Kognitif berkenaan dengan kemampuan individual mengenal dunia sekitarnya yang meliputi perkembangan intelektual atau mental. Afektif mengenai perkembangan sikap, perasaan, dan nilai-nilai atau perkembangan emosional dan moral. Psikomotor menyangkut perkembangan keterampilan yang mengandung unsur-unsur motoris.

   Proses Pendidikan

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pendidikan di satu sisi, dan di sisi lain merupakan kegiatan yang diupayakan oleh pendidik agar kegiatan tersebut berlangsung untuk sebesar-besarnya bermanfaat bagi pencapaian tujuan pendidikan oleh peserta didik. Proses pembelajaran ini berlangsung dalam interaksi antar-komponen peserta didik dan pendidik dalam muatan tujuan pendidikan. Dalam interaksi ini pendidik menyikapi dan memperlakukan peserta didik sesuai dengan harkat dan martabat manusia yang melekat pada diri peserta didik,  untuk mencapai tujuan pendidikan yang tidak lain adalah upaya perwujudan harkat dan martabat manusia pada prikehidupan peserta didik.

Keempat komponen pokok situasi pendidikan ini hendaknya dijalankan dengan seimbang demi kelancaran situasi pendidikan yang terkendali. Interaksi antara peserta didik dan pendidik dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan kedua pihak (pendidik dan peserta didik). Interaksi keduanya akan mampu dicapai apabila proses pendidikan di sekolah dijalankan dengan baik dan memenuhi ketiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan psikomotorik.

Referensi :

Prayitno. Dasar-dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Jakarta:Grasindo

Posted on October 3, 2012, in Pendidikan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: