Etika Bisnis

Isu mengenai keadilan, dan tanggung jawab sosial menjadi sangat penting bagi tiap perusahaan yang akan memasuki era persaingan pada zaman globalisasi dewasa ini. Isu tentang etika tersebut bukan hanya ditujukan untuk masyarakat dan konsumen, namun juga bagi karyawan dan pemegang saham. Perusahaan yang berada dalam persaingan akan dinilai bukan saja karena perusahaan dapat memberikan produk yang berkualitas, namun juga dapat memberikan dampak positif bagi konsumen, karyawan, pemegang saham dan masyarakat secara umum.

A.   ETIKA BISNIS

Pada masa sekarang perusahaan perlu mempertimbangkan masalah etika bisnis apalagi ingin mempertahankan keberlangsungan hidupnya dalam jangka panjang. Boone dan Kurtz (2000), mengatakan etika bisnis merupakan standar perilaku dan nilai-nilai mooral yang mengontrol tindakan serta keputusan di lingkungan pekerjaan. Selanjutnyam Griffin dan Ebert (2002) mengatakan etika adalah keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah atau tindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lainnya.

Perilaku etis diartikan sebagai perilaku sehubungan dengan tindakan-tindakan yang bermanfaat. Sedangkan perilaku tidak etis adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang bermanfaat dan yang berbahaya.

1.   Mengukur Perilaku Etis

Dikarenakan etika lebih didasarkan pada konsep sosial dan keyakinan perseorangan, seringkali terdapat pandangan yang subjektif dan cenderung berbeda opini dalam membedakan perilaku etis dan perilaku tidak etis. Hal ini mengingat kondisi perorangan antar budaya yang bervariasi. Ada tiga langkah sederhana untuk melakukan penilaian perilaku etis dari suatu aktivitas bisnis yaitu :

a. Mengumpulkan informasi relevan yang sesungguhnya

b. Menganalisis fakta-fakta untuk menetapkan nilai moral yang paling sesuai

c. Membuat keputusan etik berdasarkan kebenaran dan kesalahan dari

kebijakan atau aktivitas yang dimaksudkan

Dalam upaya untuk menilai lebih lengkap batasan etis dari perilaku tertentu, kita membutuhkan perspektif yang lebih kompleks. Ada 4 norma etik yang perlu dipertimbangkan yaitu :

1.   Kegunaan (utility), apakah suatu tindakan mengoptimalkan manfaat

atau pengaruh terbaik ?

2.  Hak (right), apakah suatu tindakan menghargai hak-hak individu yang

terlibat ?

3.  Keadilan (justice), apakah suatu tindakan itu konsisten dengan apa yang

kita anggap fair ?

4.  Kepedulian (caring), apakah suatu tindakan itu konsisten dengan

tanggung jawab seseorang terhadap yang lainnya ?

2.   Praktek dalam Perusahaan dan Etika Bisnis

Ada 2 pendekatan umum untuk menunjukkan komitmen sebuah perusahaan dalam rtika bisnis, yaitu dengan menerapkan kode-kode yang tertulis dan memberlakukan program-program etika. Lebih rinci silakan  download.

%d bloggers like this: